Apa yang menyebabkan obat itu mahal ?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan obat menjadi mahal :
- Ketergantungan bahan baku pada negara-negara maju
- Biaya produksi
- Biaya promosi
- Standar Harga belum dilakukan secara optimal
Agar Biaya Obat Tak Melangit
Untuk memperluas akses penggunaan obat dengan harga yang terjangkau pemerintah sejak tahun 1989 menetapkan penggunaan obat generik dalam fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah yang diatur pada Permenkes no. 085/Menkes/PER/XI/1989. Namun pada kenyataannya para dokter dan rumah sakit lebih banyak membuat resep dengan obat paten, yang seharusnya disadari bahwa hal ini memberatkan bagi masyarakat.
Kualitas dan kuantitas zat berkhasiat di dalam obat generik harus sama dengan obat dengan nama dagang. Produsen obat generik diwajibkan untuk melakukan uji bio availabilitas (BA) dan bio equivalence (BE). BA adalah jumlah obat yang mampu diserap oleh tubuh dan mencapai sirkulasi seluruh tubuh baik dalam bentuk semula ataupun bentuk aktif. Sedangkan BE adalah keadaan kesetaraan BA dari dua jenis obat yang memiliki kesetaraan bahan aktif, bentuk sediaan dan cara pemberian maupun dosisnya. Kewajiban melakukan uji tersebut telah dilakukan oleh produsen obat generik seperti PT. Kimia Farma, PT. Indofarma, PT. Phapros dan lainnya.
Di Indonesia ada beberapa faktor yang menyebabkan harga obat generik menjadi murah, diantaranya adalah penetapan harga yang dikontrol oleh pemerintah dan biaya promosi dibatasi bahkan kadang dibantu pemerintah. Selain itu pembatasan terhadap marjin keuntungan, produksi secara masal sehingga biaya per unit lebih rendah, bentuk kemasannyapun lebih sederhana.
Produsen obat generik selain BUMN seperti disebut di atas juga beberapa perusahaan swasta sebanyak 20 perusahaan farmasi. Akibat meningkatnya persaingan pengadaan bahan baku obat di tingkat internasional, harga bahan baku semakin merosot. Dulu monopoli pengadaan bahan baku ada di negara-negara barat di Amerika dan Eropa serta Jepang. Saat ini dengan munculnya Cina dan India, persediaan bahan baku menjadi lebih besar lagi sehingga akses untuk mendapatkan bahan baku dengan harga lebih murah menjadi lebih mudah bagi Indonesia. Harga bahan baku yang dulu US$ 200/kg sekarang bisa didapat seharga US$ 50. Namun seringkali produsen obat Indonesia tetap mematok harga mahal pada obat-obatan, walaupun harga bahan baku telah merosot sampai 75%. Sikap untuk mengambil untung lebih besar ini akan membebani masyarakat. Pada produsen obat pemerintah menegaskan agar menyesuaikan harga obat dengan penurunan harga bahan baku obat tersebut agar harga obat lebih terjangkau oleh masyarakat. Dengan tetap mempertimbangkan tingkat keuntungan yang wajar bagi industri farmasi dan kesanggupan untuk tetap memproduksi obat generik, beberapa obat telah berhasil ditekan harganya ke tingkat yang lebih rendah. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beberapa obat esensial generik yang termasuk ke dalam kelompok obat yang frekuensi penggunaannya tinggi (fast moving).
Peninjauan harga obat generik selain karena faktor harga bahan baku juga diupayakan melalui peningkatan efisiensi sejak proses produksi sampai distribusinya sehingga masyarakat tidak harus menanggung biaya yang tidak perlu. Pada saat ini pengaturan harga sesuai dengan Surat Keputusan Menkes RI nomor302/Menkes/SK/III/2008 tentang harga obat generik dimana pabrik obat dan pedagang besar farmasi dalam menyalurkan obat generik kepada apotik, rumah sakit, sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan sarana kesehatan lainnya harus menggunakan harga netto apotik ditambah PPN sebagai harga patokan tertinggi dan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan. Sedangkan apotik, rumah sakit dan sarana pelayanan kesehatan yang melayani penyerahan obat generik harus menggunakan HET sebagai harga patokan tertinggi dan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.
Jadi, jangan ragu untuk menggunakan obat generik sebagai pilihan pertama jika memerlukan obat. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk memilih obat generik yang sesuai dengan kondisi kesehatan. Memang tidak semua jenis obat ada pilihan generiknya, namun sebagian besar, terutama untuk menanggulangi penyakit-penyakit yang umum di masyarakat ada pilihan obat generiknya. Sekali lagi, obat generik sama bermutunya dengan obat dengan nama dagang. Harganya yang jauh lebih murah bukan karena mutunya yang lebih rendah, atau dibuat dari bahan baku yang bermutu rendah, tetapi karena banyak faktor biaya yang dapat dipangkas dalam produksi dan pemasarannya.
Semoga bermanfaat.....
(www.dinkes.jogjaprov.go.id)
Dalam kode etik apoteker/farmasis pasal 1disebutkan bahwa seorang apoteker/farmasis harus sumpah menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah apoteker/farmasis. Berikut adalah lafal sumpah/Janji apoteker berdasarkan PP No. 20 tahun 1962 pasal 1:
- Sebelum seorang apoteker melakukan jabatannya, maka ia harus mengucapkan sumpah menurut agama yang dipeluknya, atau mengucapkan janji. Ucapan sumpah dimulai dengan kata-kata “Demi Alloh” bagi mereka yang beragama Islam, dan sumpah untuk agama lain, pemakaian kata-kata “Demi Alloh”………….disesuaikan dengan kebiasaan agama masing-masing.
- Sumpah/atau janji itu berbunyi seperti berikut:
- Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan;
- Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai apoteker.
- Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakkan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;
- Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian;
- Dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik keparataian, atau kedudukan sosial;
Saya ucapkan sumpah/janji ini dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keinsyafan.
Kepemimpinan sangat berkaitan dengan kesadaran akan arti diri, dan penetapan tujuan bersama. Bagaimana membawa kelompok yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama.
Nabi Muhammad adalah teladan. Dalam bimbingan nabi, bangsa Arab mencapai posisi yang tidak pernah dicapai sebelumnya. Tekad yang kuat dalam mencapai tujuan, dibingkai langkah-langkah strategis, membimbing ummat menuju kecemerlangan dalam mencapai tujuan. Keteguhan tekad dalam mencapai tujuan. Karakter itu yang mutlak harus dimiliki seorang pemimpin.
Farmasis harus dapat mengambil keputusan dengan bijak, tepat dan cepat.
Pengambilan keputusan memerlukan kemampuan untuk memahami persoalan dengan utuh, menentukan keputusan di antara pilihan-pilihan, serta ketegasan setelah menetapkan keputusan. Di tengah-tengah situasi genting, dengan banyak alternatif, farmasis harus dapat mengambil keputusan dengan baik.
Nabi Muhammad memberi contoh. Keputusan beliau menyelesaikan sengketa batu Kabah membawa kepuasan bagi semua pihak. Sebuah keputusan cerdas yang membawa semangat win-win solution.
Farmasis harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Komunikasi yang baik harus mencakup perkataan yang jelas dan ringkas. Memberikan konsultasi, informasi dan edukasi dengan cara yang bijak. Salah satu kemampuan komunikasi yang penting adalah kemampuan mendengar. Mendengar untuk mengerti, mengerti kondisi pasien sepenuhnya.
Nabi Muhammad memberi contoh. Ucapan-ucapan beliau adalah ucapan yang ringkas, tetapi tetap jelas. Beliau sering mengulangi perkataannya hingga tiga kali untuk memastikan bahwa pendengarnya benar-benar memahami apa yang beliau sampaikan.
Farmasis harus mendidik calon farmasis atau farmasis muda.
Pembinaan pada penerus harus terus dilakukan. Regenerasi profesi farmasi adalah sesuatu yang harus berjalan. Bagaimana membimbing dan mengarahkan calon farmasis dalam mengembangkan diri.
Nabi Muhammad merupakan teladan. Ia adalah seorang pendidik yang mampu mengelaborasi potensi-potensi para sahabat menjadi prestasi-prestasi puncak. Mengembangkan potensi generasi muda sesuai bakat dan kecenderungan masing-masing.
Farmasis harus senantiasa mengembangkan sikap mencari ilmu sepanjang hayat.
Mengikuti perkembangan ilmu kefarmasian. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Semangat untuk terus belajar seumur hidup.
Nabi Muhammad sangat menekankan hal ini. Beliau senantiasa menganjurkan pengikutnya untuk senantiasa giat mencari ilmu. Menyemangati bahwa orang-orang berilmu ditinggikan derajatnya. Bahwa ilmu yang bermanfaat adalah aset yang abadi.
Farmasis harus memberikan pelayanan dan perhatian kepada sesama.
Mengembangkan sikap altruis dalam menjalankan profesi. Meningkatkan Quality of Life masyarakat. Mengedepankan aspek sosial daripada aspek bisnis dalam berprofesi.
Nabi Muhammad memberi contoh. Perhatian dan kasih sayangnya begitu melimpah. Bagaimana tidak, risalah yang dibawanya adalah untuk seluruh alam, bukan cuma manusia, tapi hewan dan tumbuhan dan yang lainnya. Hari-harinya dipenuhi kerja keras meringankan beban sesama.
Farmasis harus memiliki kemampuan manajerial yang baik dalam mengelola beragam sumber daya yang tersedia.
Bagaimana menempatkan seseorang pada posisi yang sesuai dengan potensinya. Bagaimana mengatur perencanaan pengadaan inventaris. Bagaimana mengatur skala prioritas dalam pengaturan jadwal kegiatan.
Nabi Muhammad menunjukkan teladan. Beliau menempatkan orang-orang yang tepat pada posisi yang sesuai. Dalam kesehariannya yang dipenuhi berbagai agenda, beliau masih sempat bercengkerama dengan keluarganya, seperti berlomba lari suatu ketika dengan istrinya. Ini tentu menunjukkan bahwa manajemen waktu nabi telah menempatkan semua kegiatan pada skala prioritas yang tepat sehingga semua dapat terlaksana tanpa ada yang dikorbankan. Menjadi farmasis profetik, meneladani Nabi Muhammad dalam menerapkan pedoman seven star pharmacist. Sehingga farmasis menjadi profesi yang dapat memberi manfaat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin), membawa dunia ini ke arah yang lebih baik.
EVENT
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH FAKULTAS FARMASI PERIODE 2010/2011
Sabtu & Ahad
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH FAKULTAS FARMASI PERIODE 2010/2011
Jum'at
PELANTIKAN PIMPINAN KOMISARIT IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH FAKULTAS FARMASI PERIODE 2010/2011
FROM ADMIN
TERIMA KASIH
Blog Archive
RUBRIKASI
- CERITA TENTANG GERAKAN SOSMAS (1)
- DISCUSION REVIEW (2)
- EKOSOB (1)
- FILSAFAT (2)
- IBADAH (1)
- INFO - PERS RELEASE AKSI (2)
- KEFARMASIAN (3)
- KEMUHAMMADIYAHAN (1)
- MANIFESTO INTELEKTUAL PROFETIK (11)
- PUISI (18)
- RESENSI-BEDAH BUKU (1)
- RUANG TAFAKUR (3)
- TEKS IDEOLOGI (13)
- TOKOH DAN SOSOK (2)
- WAWASAN UMUM (1)